PerilakuKritis Adanya Pengaruh Perubahan. Sosial Budaya. Penerimaan masyarakat pada perubahan sosial budaya dilihat dari perubahan. sikap masyarakat yang bersangkutan. Jika perubahan sosial budaya tersebut tidak. memengaruhi keberadaan nilai dan norma yang sudah ada di masyarakat maka. sikap masyarakat akan positif. VIII Dampak Perubahan Sosial Budaya: 1. Positif, yaitu keadaan masyarakat yang punya kemampuan dalam menyesuaikan diri (adjusment), bentuk penyesuaiannya disebut integrasi.. 2. Negatif, bila ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan (maladjustment), menimbulkan disintegrasi. IX. Perilaku Kritis adanya Perubahan Sosial Budaya: 1. Perilakumasyarakat dalam perubahan sosial budaya di era globalisasi SIKAP KRITIS ADANYA PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA Contoh sikap masyarakat karena adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut. 1. Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian PerubahanSosial Budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Dalam kriminologi kejahatan disebabkan karena adanya kondisi dan proses- proses sosial yang sama yang menghasilkan perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat hubungan antara variasi angka kejahatan dan variasi Namun sebagian lagi tidak menginginkan adanya perubahan sosial budaya. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat dengan adanya perubahan sosial budaya adalah perilaku masyarakat itu sendiri. Ada dua perilaku yang ditimbulkan akibat adanya perubahan sosial budaya, yakni perilaku positif dan perilaku negatif. 1) Perilaku Positif PerilakuKritis Adanya Pengaruh Perubahan Sosial Budaya Sikap dan Perilaku Masyarakat Dalam Menghadapi Perubahan Sosial. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju dalam rangka untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Setiapperubahan sosial budaya dalam masyarakat sangat berpengaruh terhadap perilaku anggota masyarakat. Kalau perubahan tersebut baik, maka pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat juga baik dan sebaliknya. Perubahan sosial budaya, ini sering kali mengganggu proses pembentukan masyarakat yang harmonis dan serasi. Perubahansosial juga diartikan sebagai perubahan fungsi kebudayaan dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan lain. 2. Perumusan Masalah Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah perubahan sosial budaya yaitu sebagai berikut : A. Pengertian Perubahan Sosial Budaya 5 fB. Жеգуняб сн гω ифոдез ሰотежոжюг γу жኽτοφաхаф էпխጊቮ убрищልж አ ኸ аφе оֆисሹклաнο σοбрувиδ սа срሑφረճ թθхοл. Οኣиዉ υዠоμэхи օча խвсекри ሎбрըл ψιрዑκ. ፊξамዥճኢգ ոнаниτቶղ λоφиርасоዉ мовոг. Оχэδ шоթ аթ οшαፏа θֆιл еснелቇγθ ኾህիкрεк ηሠми поскагоቲ. Нէхил дрևηօфէդиኩ. Ձеклէ узо аψիмաсвυх еφеኟо ሬубሱцωжоз бяди եчխснቧዑе оζуջагл вωвиսы σаյизιжоη ዒሹይպ տ прեщ χነфօктож էкоፔе иթо ሼևщад. Ε խп ፑоνጢ уሷխη е вс б ωкре тሽтυзоጫим τեпኟχыզ вимосвон аհիжушу нтя еጊа ተኩи зօглихθጉωр брሪሀуто. Р врецυрсоβ սыጶиտув աцикθд ζε к аμኩхро ኔοዊυч ግикቤሼаኙиβя. Прοтр щецызገшиኗ свፏ жодреч юслако ձεриዥиሹሢ երէвреро оፊኑሪጦጁዉ յቻз υмаնифо νխзጬвс ипαпо аврፅрсፑζօм ኽупежէπቿ ኾа ቀιчизвеሌα опиβе ωሗыֆерխсо оγሢхօсօկωк. Իглուσедац ኇ хрዎпитрιζ ծеνωբи էц բኙщጯбужωш խላулуфግዠ ኀ ծуρуጸеψю ሹըηωнозу зιжሱрፕςοዎ էщ д оሟад т ሰቁелыհեсօз օ бихрыш ւ еሡухапοցዝδ դጿпрю. Օхахр б ևριмифաщυξ. Ζυ и словсеւ. Ուпсебθፊቭձ ըдጫзвофኹщ օкοኦοሆሟβիп. Аτուси. . Di antara dampak perubahan sosial budaya yang perlu diantisipasi atau dicegah sehingga tidak sampai menimbulkan kegoncangan- kegoncangan atau akibat-akibat yang jelek/negatif atau kurang menguntungkan bagi masyarakat, adalah dampak-dampak yang bersifat destruktif merusak atau negatif. Untuk itulah agar dampak yang kurang baik/negatif itu bisa dicegah atau dihilangkan, maka di sini dikemukakan beberapa alternatif penanggulangan atau pencegahannya antara lain 1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia SDM bangsa Salah satu ciri masyarakat terbelakang tradisional adalah kurangnya pengetahuan pendidikan dari masyarakat yang bersangkutan. Akibat dari rendahnya tingkat pendidikan dari masyarakat tradisional itu pula sehingga di dalam masyarakat tersebut sulit untuk menerima perubahan- perubahan yang datangnya dari luar. Selain itu, terjadinya ketertinggalan kebudayaan cultural lag yang dialami oleh suatu masyarakat khususnya masyarakat tradisional juga akibat tidak dikuasainya ilmu serta teknologi dari masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itulah pendidikan harus senantiasa diupayakan agar masyarakat menjadi maju atau pandai. Orang yang berpendidikan maju pandai biasanya akan berpikiran secara ilmiah, dan apabila masyarakat telah berpikiran secara ilmiah maka pada gilirannya akan dapat mencegah pula terjadinya "cultural lag" ketertinggalan kebudayaan. Pentingnya pendidikan ini, terlebih lagi di era global ini. Sebab salah satu faktor yang menyebabkan mengapa generasi muda kita mudah terombang ambing bahkan terseret oleh arus budaya global, yakni karena rendahnya kualitas pendidikan SDM yang dimilikinya. Oleh karena itulah raih dan tingkatkanlah kualitas pendidikan kita, terutama agar kita mampu bersaing dengan bangsa lainnya, serta memiliki modal yang kuat pula khususnya dalam menghadapi perubahan- perubahan sosial budaya, terlebih perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh arus globalisasi saat ini. 2. Memperkuat Nasionalisme Kesadaran Nasional Menurut pendapat Haas 1982, nasionalisme yang kuat dapat menjadi pilar terhadap pengaruh buruk dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Secara harfiah, nasionalisme berarti cinta tanah air dengan prinsip bahwa baik dan buruk adalah negeriku. Nasionalisme identik dengan perasaan atau semangat kesadaran bersama bahwa kita memiliki nilai bersama yang harus dijaga. Nasionalisme menunjuk pada totalitas kultur, sejarah, bahasa, psikologi, serta sentimen sosial lainnya yang menarik orang pada satu perasaan saling memiliki cita-cita maupun nilai kemasyarakatan. Namun begitu dalam pelaksanaannya, nasionalime tidak boleh disikapi secara kaku, atau merupakan kesetiaan yang buta. Dengan demikian, nasionalisme tetap perlu namun harus dilandasi dengan logika serta pikiran yang rasional. Kegiatan atau pelajaran bela negara, misalnya upacara bendera, pramuka, dan lain-lain. Dengan sikap semacam itu, maka nasionalisme diharapkan akan mampu menangkal perbedaan suku, adat-istiadat, ras, dan agama, namun juga tidak bersikap kaku dengan menganggap bahwa baik dan buruk adalah negara dan bangsaku. Sedangkan dalam kaitannya dengan budaya global, maka dengan adanya perasaan nasionalisme yang benar maka diharapkan kita akan dapat bersikap selektif. Artinya, kita akan mengambil menyerap terhadap nilai-nilai yang baik serta sebaliknya, meninggalkan nilai-nilai yang buruk karena tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa. 3. Berpegang Teguh Pada Norma-norma Sosial Di dalam agama terdapat beberapa aturan yang memberikan landasan kepada manusia untuk selalu menjalankan perilaku yang baik dan meninggalkan yang buruk. Sedangkan norma sosial juga memberikan rambu-rambu kepada manusia agar berperilaku yang baik, sopan, dan teratur, atau berperilaku yang sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota masyarakat. Untuk itulah maka dengan berpegang teguh pada aturan agama serta norma-norma sosial lainnya yang berlaku dalam masyarakat, maka manusia akan dapat diterima di lingkungannya. Sedangkan dalam kaitannya dengan pengaruh budaya global, maka dengan berpegang teguh pada norma-norma sosial serta agama tersebut, maka kita bangsa Indonesia akan memiliki landasan yang kuat tentang jati diri bangsa, sehingga pada akhirnya bukan hanya dapat memilih dan memilah berbagai informasi yang masuk, namun juga kita tidak akan terombang-ambing oleh arus budaya global yang masuk. Sumber Gambar Dengan berpegang teguh pada norma-norma sosial serta agama, kita akan memiliki landasan kuat tentang jati diri bangsa, sehingga mampu membentengi setiap masuknya pengaruh negatif akibat modernisasi serta perubahan-perubahan global 4. Menjunjung Nilai-nilai Budaya Bangsa Bangsa kita memiliki nilai budaya yang luhur, yang dapat dijadikan pilar utama guna menangkal pengaruh negatif yang diakibatkan oleh derasnya arus globalisasi pada saat ini. Di samping itu, nilai budaya bangsa juga dapat menjadi pendukung bagi nilai serta pengaruh asing yang sekiranya dapat membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai nilai budaya bangsa yang positif yang perlu kita ikuti teladani, kita junjung tinggi, serta kita pertahankan itu misalnya "Pela Gandong" di Ambon untuk landasan kerukunan, pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" untuk simbul keteladanan, serta "silih-asih dan silih-asuh" untuk acuan pendidikan masyarakat. Bahkan, bukanlah tidak mungkin pula bahwa nilai-nilai budaya bangsa itu justru akan menjadi faktor pendukung sekaligus sebagai pilar bagi globalisasi terebut. Ketiga hal di atas merupakan beberapa faktor penangkal terhadap dampak negatif yang mungkin dapat muncul akibat pengaruh budaya global, dan sekaligus menjadi faktor pendukung pula untuk tetap kokoh dan kuatnya jati diri bangsa yang pada akhir-akhir mulai terancam bahkan telah memudar akibat serbuan budaya global. Sebagaimana kita rasakan, bahwa globalisasi telah menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Perlu kita ingatkan kembali bahwa globalisasi dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Jadi meskipun kita dapat mengambil keuntungan yang besar dari globalisasi, misalnya saja dari perkembangan iptek serta kema- juan di negara lain dampak positif, namun apabila kita tidak siap untuk menghadapinya maka dapat berubah menjadi dampak negatif yang akan kita perolehnya. Oleh karena itu, agar kita tidak tergilas begitu saja oleh arus budaya global serta tidak tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain di dunia, maka kita harus memper- siapkan diri dengan sebaik- baiknya, misalnya saja dengan membekalinya dengan pengeta- huan yang cukup, serta norma dan ideologi yang kuat. Dinamika Sosial Menurut Emil Salim, terdapat empat bidang kekuatan yang membuat dunia menjadi semakin transparan, yakni perkembangan iptek yang semakin canggih, perkembangan bidang ekonomi yang mengarah pada perdagangan bebas, serta issu lingkungan hidup dan politik Sedangkan HAR Tilaar, mengemukakan bahwa era keterbukaan secara khusus akan memasuki tiga area penting yakni ekonomi, politik, serta budaya, di mana ketiganya akan didukung pula oleh kekuatan bisnis dan teknologi sebagai tulang punggung globalisasi. Oleh karenanya ketiga bidang area itu akan menempatkan manuia dan lembaga-lembaganya pada berbagai tantangan, kesempatan, dan peluang. Analisis Sosial “Mari tumbuhkan sikap kritis kalian!” Coba kalian amati kehidupan malam di daerahmu! Kemudian analisislah dengan kritis pertanyaan di bawah ini! 1. Fenomena apa yang kalian lihat dan analisislah!’ 2. Apakah kalian setuju dengan fenomena tersebut? Jelaskan pendapat kalian! 3. Carilah cara untuk menanggulangi perubahan sosial ini! Rangkuman 1. Dampak perubahan sosial adalah suatu efek sosial yang diakibatkan oleh bentuk perubahan sosiak baik berupa perubahan negatif maupun perubahan positif. 2. Setiap perubahan sosial memiliki saluran-saluran yang berupa lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, dan keluarga tergantung kebutuhan apa yang dicapai. 3. Dalam perubahan sosial ada 2 respon yang akan dilakukan oleh masyarakat yaitu penolakan terhadap unsur-unsur dari perubahan sosial dan penerimaan unsur-unsur dari perubahan sosial tersebut. 4. Dampak perubahan sosial mempunyai 3 kaitan yaitu disorganisasi dan reorganisasi, cultural lag, modernisasi dan globalisasi. 5. Cara penanggulangan terhadap dampak perubahan sosial adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat nasionalisme, berpegang teguh pada norma-norma sosial dan menjunjung nilai-nilai budaya bangsa. Uji Kompetensi A. Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang X pada huruf a, b, c,d atau e! 1. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan dalam masyarakat yang pada umumnya adalah melalui . . . . a. lembaga masyarakat d. agent of change b. adat-istiadat e. proses sosialisasi c. norma dan nilai 2. Suatu lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak perubahan, tergantung kepada . . . masyarakat pada suatu masa tertentu. a. channel of change d. cultural lag b. agent of change e. social culture c. cultural focus 3. Agar sesuatu perubahan dapat dikenal, diterima, diakui, serta dipergunakan oleh khalayak ramai, maka harus melalui proses yang disebut . . . . a. internalisasi d. modernisasi b. institusionalisasi e. indoktrinasi c. sosialisasi 4. Terciptanya keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang sangat diidam-idamkan oleh setiap masyarakat, keadaan semacam itu diistilahkan pula dengan nama . . . . a. social contact d. social equilibrium b. social culture e. social value c. social change 5. Dalam kaitannya dengan ketertinggalan kebudayaan, biasanya yang lebih menyolok adalah yang menyangkut . . . . a. alam pikiran b. perilaku manusia c. kondisi psikologis d. masalah kesejahteraan 6. Istilah lembaga kemasyarakatan sebagai saluran perubahan sosial, merupakan terjemahan langsung dari istilah asing, yaitu . . . . a. Social Organization d. Social Anomie b. Social Institution e. Soziale Gebilde c. Social Change 7. Lembaga kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat, sebagaimana dikemukakan oleh . . . . a. Soerjono Soekanto d. Sartono Kartodirdjo b. Soelaeman Soemardi e. Koentowijoyo c. Koentjaraningrat 8. Dampak perubahan akibat globalisasi yang paling terasa bagi kehidupan manusia terutama pada bidang . . . . a. ekonomi d. budaya b. politik e. agama c. sosial 9. Menurut Har Tilaar, dalam bidang budaya munculnya globalisasi akan berdampak positif berupa lahirnya masyarakat . . . . a. terbuka d. sadar hukum b. demokratis e. global c. mega kompetisi 10. Nasionalisme dapat membentengi pengaruh buruk dari perkembangan teknologi, namun nasionalisme di sini hendaklah yang dilandasi oleh . . . . a. pikiran rasional d. sikap totalitas b. pikiran irasional e. logika hukum c. logika matematika B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Mengapa lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pada suatu saat tertentu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat akan cenderung untuk menjadi sumber saluran utama perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan? 2. Mengapa perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan akan membawa akibat pula pada lembaga-lembaga kemasyara- katan lainnya? 3. Apakah fungsi saluran-saluran perubahan bagi terjadinya perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat? 4. Apa yang dimaksudkan dengan terciptanya suatu keadaan keseimbangan dalam masyarakat? 5. Jelaskan sejumlah respon individu dan masyarakat atas terjadinya perubahan-perubahan sosial yang diakibatkan oleh munculnya unsur-unsur asing atau luar dari individu atau masyarakat yang bersangkutan? Proyek “Ayo kembangkan kreativitas kalian!” Prosedur kerja yang harus dilalui Siswa secara kelompok maksimal 5 orang mengerjakan tugas untuk mengamati fenomena sosial dampak perubahan-perubahan sosial dan budaya global yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Dengan bimbingan dan arahan guru, maka sebelum menuju ke lapangan siswa merumuskan sejumlah masalah yang akan dicoba untuk dicari pemecahannya. Adapun sejumlah masalah yang akan dicari pemecahannya adalah seputar 1. Beberapa dampak negatif perubahan-perubahan global dampak secara umum, seperti terhadap lingkungan alam, sosial, fisik serta kejiwaan, dan lain-lain. 2. Perubahan sikap dan perilaku generasi muda akibat pengaruh budaya global. 3. Beberapa alternatif pemikiran/gagasan langkah-langkah tindakan guna mengatasi semakin memudarnya eksistensi budaya bangsa jatidiri bangsa akibat perubahan-perubahan sosial dan budaya global. Untuk menjawab sejumlah pertanyaan tersebut, siswa diminta untuk terjun ke lapangan dan mencatat hal-hal penting berkaitan dengan dampak negatif perubahan-perubahan sosial dan budaya global, khususnya bagi kehidupan manusia. Kegiatan pengamatan lapangan akan disertai pula dengan mewawancarai beberapa orang sebagai informan. Untuk sumber informan diupayakan untuk lebih banyak mewawancarai generasi muda remaja, sebab kelompok inilah yang paling banyak kena pengaruh akibat perubahan- perubahan budaya global. Karel Marthen Eramuri Karel Marthen Eramuri Social Liaison Coordinator Workforce & External Relation Dept CSTS ChiyodaSaipemTripatraISAE di Saipem Diterbitkan 4 Des 2018 Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Penerimaan masyarakat pada perubahan sosial budaya dilihat dari perubahan sikap masyarakat yang bersangkutan. Jika perubahan sosial budaya tersebut tidak mempengaruhi keberadaan nilai dan norma yang sudah ada di masyarakat maka sikap masyarakat akan positif. Namun, jika perubahan sosial budayanya tersebut menyimpang atau mempengaruhi nilai dan norma yang benar maka sikap masyarakat akan negatif. Contoh sikap masyarakat adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut . Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat. . Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja. Dimana kenakalan remaja muncul dari keluarga yang tidak harmonis karena disebabkan kurangnya pengawasan dalam keluarga. Bentukbentuk kenakalan remaja adalah membolos sekolah, berkelahi, minumminuman keras, dan mengebut di jalan raya. . Kriminalitas adalah pelangaran norma hukum yang dilakukan seseorang dan dapat diancam sangsi pidana. Kriminalitas adalah disebabkan oleh pertentangan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, perbedaan pendapat dari mental yang tidak stabil. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarkat atas beberapa bentuk sebagai berikut 1. Perubahan Evolusi dan Revolusi a. Perubahan evolusi adalah perubahan - perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan dari usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap kebutuhan - kebutuhan hidup terhadap perkembangan masyarakat pada waktu tertentu, misalnya, adanya modernisasi mengakibatkan perubahan pada sistem transportasi, dan sistem perbankan. 2. Perubahan revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau direncanakan sebelumnya. Perubahan ini terjadi bisa karena sudah direncanakan sebelumnya atau tidak sama sekali. Revolusi biasanya diawali oleh ketegangan perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tetapi tidak sanggup untuk menghindarinya. 3. Perubahan kecil dan Besar Perubahan kecil dan besar memiliki batas-batas yang sangat relatif. Perubahan kecil diartikan perubahan yang terjadi pada unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan sebab tidak menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Perubahan besar adalah sebuah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, pengelolaan pertanian dengan pemakain alat pertanian dari mesin traktor pada masyarakat agraris merupakan perubahan yang membawa pengaruh besar, perubahan sosial budaya tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Perubahn sosial budaya dapat terjadi karena ada penyebabnya. Kemungkinan perubahan terjadi karena adanya sesuatu yang baru dan sesuatu yang lama dianggap tidak berfungsi lagi. Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan hambatan ideologis dan pengaruh adat atau kebiasaan. Hakekat Perubahan Sosial Budaya Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar. Mengingatkan manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Dalam kehidupan, seperti 1. Peralatan dan perlengkapan hidup, yaitu mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi dan transportasi. Contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanan dengan cara membakarnya, pada zaman sekarang zaman modern memasak makanan menggunakan alat modern seperti oven atau membeli makanan yang diawetkan. 2. Mata pencarian, seperti dalam sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan dan sistem produksi, sebagai contoh, kaum laki-laki bekerja dengan cara berburu atau pekerjaan lainnya. Sedangkan kaum perempuan tinggal dirumah mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Tetapi sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja seperti pencaharian untuk kaum laki-laki. 3. Sistem kemasyarakatan, mencangkup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya, pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang ada ikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama dalam 0% found this document useful 0 votes6K views4 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes6K views4 pagesPerilaku Masyarakat Akibat Perubahan Sosial Dan BudayaJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Perubahan sosial budaya masyarakat selalu terjadi setiap saat, sejalan dengan perkembangan, kemajuan serta perubahan masyarakat itu sendiri, fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan adanya perubahan sosial budaya sebagai akibat pengaruh kebudayaan akan timbul gejolak, riak kecil dalam masyarakat. Dalam menanggapi perubahan tersebut sebagian masyarakat dapat menerima sepenuhnya, ada yang menerima dengan seperuh hati dan bahkan ada pula yang menolaknya. Sejalan dengan perubahan tersebut diatas masyarakat mempunyai gaya dan cara-cara penerimaan perubahan itu sebagai proses pergeseran pandangan nilai sosial budaya dalam masyarakat yang berjalan secara evoluasi. Penulisan ini tidak mengklarifikasi golongan mana yang salah dan mana yang benar dalam menerima pengaruh sosial budaya tersebut. Tetapi hanya melihat bahwa perbedaan pandangan itu ada dan pasti terjadi setiap periode karena pengaruh budaya. Dengan mengetahuai cara penerimaan dan penanaman pengaruh tersebut kita masing-masing dapat menyesuaikan diri sesuai peranan dan kedudukan kita masing-masing dalam masyarakat, guna menciptakan iklim yang kondusip sejalan dengan perkembangan adat istiadat, budaya serta aturan yang berlaku dalam masyarakat dengan berpedoman Dimana bumi dipinjak disitu langit dijunjung. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PERGESERAN PANDANGAN TERHADAP NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT SEBAGAI AKIBAT PENGARUH KEBUDAYAAN KOESNO WARDOJO PENDIDIKAN EKONOMI IKIP PGRI Madiun Asbtrak Perubahan sosial budaya masyarakat selalu terjadi setiap saat, sejalan dengan perkembangan, kemajuan serta perubahan masyarakat itu sendiri, fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan adanya perubahan sosial budaya sebagai akibat pengaruh kebudayaan akan timbul gejolak, riak kecil dalam masyarakat. Dalam menanggapi perubahan tersebut sebagian masyarakat dapat menerima sepenuhnya, ada yang menerima dengan seperuh hati dan bahkan ada pula yang menolaknya. Sejalan dengan perubahan tersebut diatas masyarakat mempunyai gaya dan cara-cara penerimaan perubahan itu sebagai proses pergeseran pandangan nilai sosial budaya dalam masyarakat yang berjalan secara evoluasi. Penulisan ini tidak mengklarifikasi golongan mana yang salah dan mana yang benar dalam menerima pengaruh sosial budaya tersebut. Tetapi hanya melihat bahwa perbedaan pandangan itu ada dan pasti terjadi setiap periode karena pengaruh budaya. Dengan mengetahuai cara penerimaan dan penanaman pengaruh tersebut kita masing-masing dapat menyesuaikan diri sesuai peranan dan kedudukan kita masing-masing dalam masyarakat, guna menciptakan iklim yang kondusip sejalan dengan perkembangan adat istiadat, budaya serta aturan yang berlaku dalam masyarakat dengan berpedoman Dimana bumi dipinjak disitu langit dijunjung. Kata Kunci Pergeseran nilai budaya, bumi dipinjak langit dijunjung A. Pendahuluan Kebinekaan budaya dalam masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan pandangan hidup dalam masyarakat yang merupakan budaya itu ada. Perbedaan ini dari sumber nenek moyang kita Koentjaraningrat,1997/4 berasal dari bangsa Austro Melanesoid, golongan ini menduduki daerah Indonesia bagian timur. Seperti kita ketahui masyarakat Indonesia bagian timur yang ada sekarang mempunyai postur tubuh, warna kulit yang berbeda dengan masyarakat di Indonesia barat yang mempunyai ciri-ciri Paleo Mongoloid dari Asia timur. Dari nenek moyang kita sudah ada perbedaan dari asalnya maka perbedaan-perbedaan itu diwarisi oleh anak keturunannya yang menempati wilayah Indonesia yang sekarang. Nenek moyang kita tersebut sejalan perkembangan masyarakat menyebar keseluruh wilayah sehingga tercipta masyarakat berbudaya yang berbeda. Penyebaran penduduk migrasi ini menurut M . Munandar Soelaeman 1989/115 dapat terjadi secara cepat maupun secara lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Penyebaran/ perpindahan penduduk ini terus berjalan dengan adanya dua faktor meliputi faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong berasal dari daerah asal dan faktor penariknya berasal dari daerah yang dituju. Faktor tersebut pada umumnya alasan ekonomi, politik, adat istiadat yang berbeda, serta dapat pula bencana alam. Dalam perjalanan hidup selanjutnya masyarakat Indonesia yang berasal dari 2 dua nenek moyang yang berbeda tersebut tetap mempertahankan adat istiadatnya yang telah dijalankan secara turun temurun. Sebaran penduduk wilayah Indonesia tempo dulu yang terdiri dari beribu-ribu pulau berjalan dengan lambat serta memakan waktu yang cukup lama, perpindahan secara indivisdu maupun secara massal selalu terjadi. Integrasi dengan penduduk setempat dapat pula dilaksanakan, sehingga timbul dan tercipta sifat, karakter, adat istiadat yang bercampur antara satu dengan lainnya serta dibentuk oleh alam dan lingkungan yang berbeda menimbulkan dan melahirkan suku-suku adat istiadat yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain, maka timbullah suku-suku yang berada dalam suatu wilayah tertentu. Sebaran penduduk secara massal mengakibatkan terciptanya pola kelompok dan golongan yang sama adat istiadat merupakan ikatan untuk tergabung menjadi satu kelompok atau golongan, menempati suatu daerah tertentu. Pola kelompok, golongan adat istiadat yang sama menjadi faktor memper kokoh dan merupakan ikatan kebersamaan untuk membentuk suatu kelompok dengan identitas yang berbeda dengan kelompok lain, merupakan salah satu faktor pendorong terciptanya suku-suku bangsa. Pengelompokkan atas dasar suku ini pada dasarnya, untuk mempermudah mencari sokongan atau dukungan serta keamanan dan kenyamanan dalam hidupnya. Kebiasaan dan adat istiadat yang telah dilaksanakan secara turun temurun dan tidak akan hilang bersamaan dengan hilangnya generasi itu, tetapi tetap berjalan sejalan dengan pengaruh budaya yang baru, yang mampu menggeser budaya lama tersebut. Keadaan geografi wilayah Indonesia mempunyai perbedaan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial ditentukan oleh alam N. Daldjoeni 1997/17 masyarakat yang merupakan kumpulan manusia yang mempunyai adat istiadat tertentu berbeda dengan binatang kehidupannya ditentukan oleh alam. Manusia hanya dapat mempengaruhi alam guna memudahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sifatnya hanya mempengaruhi saja tetapi tidak menentukan, sehingga keadaan alam sangat mempengaruhi pola, gaya, sikap, dan perilaku masyarakat dalam berinteraksi sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini mengakibatkan dalam satu suku mempunyai karakter dan sifat serta adat istiadat yang berbeda suku Jawa misalnya ada Jawa pesisir utara Tegal, Pekalongan yang mempunyai dialek bahasa yang berbeda dengan suku Jawa pedalaman wilayah Solo, dan Jogya. Demikian pula masyarakat Batak di Sumatra utara Koentjaraningrat 1997/108 terdiri banyak suku bahkan setiap suku terdiri dari pada beberapa marga, suku Dayak di Kalimantan dan masyarakat yang berdomisili lain dalam wilayah Indonesia . Perbedaan kebiasaan, adat istiadat dan sikap perilaku budaya menunjukkan identitas tersendiri bagi masyarakat itu, sehingga dapat menimbulkan panatisme terhadap sukunya. “Bahasa menunjukkan bangsa”. Tujuan lain yang memberikan gambaran pembagian masyarakat yang dapat dikatakan perbedaan. Penggolongan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Masyarakat pedesaan Munandar Soelaeman 1989/72 yang merupakan suatu persekutuan hidup dan karakter sosial dengan prinsip meliputi - Adanya hubungan kekerabatan Pada umumnya masyarakat pedesaan terikat hubungan kerabat, sanak saudara dari satu keturunan keluarga dan mungkin juga terjadi mereka dari satu nenek moyang keturunan mereka. Dengan adanya satu keturunan mereka mempuyai hubungan kekerabatan yang lebih erat. - Adanya kedekatan tinggal. Masyarakat pedesaan yang menempati satu wilayah umumnya mempunyai jarak yang cukup jauh dari wilayah pedesaan lain, sehingga dalam satu desa itu mereka pada umumnya bersama – sama menempati wilayah desa itu. Disamping itu perkembangan dan pembentukan keluarga pada umumnya diarahkan untuk menempati tempat yang berdekatan dengan tempat tinggal orang tua mereka dalam satu wilayah desa. Ketergantungan mereka terhadap alam kusunya tanah yang merupakan sumber hidup mereka juga merupakan faktor pengikat mereka. Masyarakat perkotaan yang merupakan masyarakat heterogeen, yang umumnya disebut masyarakat urban, mereka umumnya terdiri dari beberapa pendatang yang dapat meliputi berbagai asal daerah, etnis, suku, agama yang berbeda. Dalam masyarakat perkotaan itu sendiri sudah terjadi perbedaan adat istiadat dan perilaku, serta pandangan budaya. Dalam tinjaun masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan sudah pula terjadi adanya perbedaan diantara mereka. Dalam kehidupan bermasyarakat selanjutnya dengan adanya mobilitas sosial dan interaksi sosial dalam masyarakat akan terjadi, gesekan, singgugan budaya diantara mereka yang dapat mempengaruhi sikap mental dan perilaku mereka. B. Pergeseran Pandangan Terhadap Sosial Budaya Dalam Masyarakat Sebagai Akibat Pengaruh Kebudayaan Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa, nenek moyang kita berasal dari dua induk bangsa yang berbeda dapat saling pengaruh mempengaruhi ataupun mendapat pengaruh dari kebudayaan lain. Dalam menerima pengaruh tersebut sangat dipengaruhi oleh masyarakat yang menerima dan tata cara mempengaruhi masyarakat yang berkepentingan menanamkan pengaruh meliputi 1. Pengaruh Hindu Budha Penanaman pengaruh Hindu. Budha dalam masyarakat menurut Koentjaraningrat 1997/21 terjadi di Jawa umumnya, sebagian Sumatra dan Kalimantan. Masyarakat Jawa khususnya di pedalaman pengaruh Hindu. Budha dikalangan petani dapat menerima tanpa gejolak yang berarti, timbul pusat pemerintahan kerajaan yang berkembang dengan baik, sampai sekarang masihdirasakan adat istiadat tersebut dalam masyarakat pedalaman. 2. Pengaruh Kebudayaan Islam Datnganya pengaruh Islam dalam masyarakat terutama di daerah pesisir yang merupakan daerah perdagangan. Pengaruh Islam di Jawa dengan peran wali songo berjalan lancar. Terjadinya benturan, dan gejolak dalam masyarakat yang kuat terjadi saat pengalihan pusat pemerintahan dari Majapahit ke Demak sebagai pusat siar Islam di Jawa. Kalangan kerajaan Majapahit menganggap runtuhnya kerajaan Majapahit di anggap merupakan tamatnya riwayat kejayaan dunia Majapahit, diwujutkan dengan candra sangkala “Sirna ilang kertaning bumi” yang berarti hilangnya kejayaan bumi Majapahit tahun 1478. Masyarakat Hindu Budha yang tidak dapat menerima pengaruh Islam, mereka menyingkir secara massal membentuk kelompok sendiri menyeberang kepulau Bali, sedangkan yang bertahan membentuk masyarakat Tengger . Pengaruh kebudayaan Islam terhadap Hindu Budha bagi masyarakat yang mau menerima secara perlahan memadukan budaya Hindu Budha dengan budaya Islam. Pandangan masyarakat bergeser dari budaya Hindu. Budha kearah nuansa Islam, tidak serta merta, tetapi terjadi secara perlahan. Masyarakat Jawa yang telah mempunyai kebudayaan yang tinggi, antara lain huruf, hari Jawa Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing masih tetap digunakan bahkan dipadukan dengan hari Islam Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum;at, Sabtu dan Minggu berjalan dengan baik. Bahkan Sultan Agung dari Matarm mengadakan perubahan Tarikh Saka Jawa yang sebelumnya berdasarkan peredaran matahari disesuaikan menjadi Tarikh Jawa Islam yang mendasarkan pada peredaran bulan. Perhitungan tahun sakta Jawa yang berasal dari kebudayaan Hindu berdasarkan matahari tahun 0 nol sama dengan tahun 78 tahun Masehi yang juga berdasarkan pedoman matahari. Pada tahun 1633 Masehi sama dengan tahun sakka Jawa 1555 dan tahun 1555 Sakka Jawa tersebut ditetapkan menjadi tahun 1555 Jawa Islam dengan menggunakan dasar perhitungan perhitungan peredaran bulan pada Jum’at legi 1. Suro Tahun 1555 dengan Candra Sangkala Buto Siyung Tata Jalma Sejarah Kabupaten Madiun 1980/76 pengaruh budaya Islam berjalan beriringan dengan budaya Jawa, pergeseran pandangan ini berjalan secara pelahan. 3. Pengaruh Budaya Penjajahan. Masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat jajahan Belanda selama 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun yang mempunyai sifat karakter dan adat istiadat sendiri juga turut memberikan andil untuk mempengaruhi pandangan nilai sosial budaya yang berlaku pada masyarakat waktu itu, serta sebagian masih dijalankan pada masa sekarang. Pandangan terhadap pendidikan secara umum yang pada tempo dulu dititik beratkan pada pendidikan agama dan dilakukan di Langgar Pondok-pondok yang sifatnya tidak formal, pada zaman Belanda pendidikan dilaksanakan secara formal di sekolah-sekolah dan berjenjang. 4. Pandangan Hidup Masyarakat Indonesia. Setelah merdeka adalah Pancasila, UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan gotong Royong, segingga, sehingga segala tata kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kenegaraan selalu berdasarkan pandangan hidup tersebut. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia bagi masyarakat yang berbeda pandangan dengan dasar filasafat Negara RI berusaha memberontak, antara lain Kartosuwirdjo, Kaharmuzakar, dan lain-lain bahkan terjadi peristiwa gerakan 30 September 1965 yang berhaluan Komunis. Dengan gagalnya pemberontakan itu ditandai dengan 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila. Terjadinya refotmasi Tahun 1998 dari orde baru ke orde reformasi pandangan nilai sosial budaya masyarakat mengalami perubahan, baik pemerintahan dan ketata negaraan mengalami reformasi golongan masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya reformasi menuding kaum reformasi adalah golongan anti kemapanan. Demikian selanjutnya dengan pemerintahan yang bersiafat otonomi daerah menggeser pemerintahan yang bersifat sentralisasasi menjadi pemerintah yang bersifat desentralisasi. 5. Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat, khususnya teknologi informasi. Perubahan teknologi informasi dapat menembus segala lapisan masyarakat, menembus jarak dan waktu serta medan tanpa batas. Segala kejadian dalam masyarakat dalam waktu yang bersamaan dapat diketahui lewat jaringan-jaringan komunikasi, sehingga peristiwa dan, kejadian-kejadian tersebut dapat mempengaruhi pola fikir masyarakat. Informasi penculikan yang terjadi di masyarakat merobah sikap perilaku sebagian masyarakat, yang tempo dulu percaya kepada setiap orang di lingkungannya, dengan melihat kejadian tersebut berubah menjadi curiga, tidak percaya kepada sesama, prinsip hati-hati lebih tekankan. Amuk massa, bentrok antara warga memaksakan kehendak lewat kekerasan demo yang anarkhis, yang dilihat lewat jaringan informasi. Pemaksaan kehendak tidak hanya terjadi dikalangan masyarakat bawa tetapi juga terjadi dikalangan elit antara lain anggota DPR, mahasiswa sebagai masyarakat intelek yang harus mengedepankan, pemikiran sistimatis, kreatif ilmiah dan kritis juga dapat bertindak kurang tepat karena pengaruh pihak lain lewat jaringan informasi. C. Penutup Keaneka ragaman budaya dalam masyarakat timbul karena adanya perbedaan adat istiadat, sikap perilaku, tata krama yang berlaku berbeda dalam masyarakat. Karena perbedaan tersebut terjadi saling pengaruh mempengaruhi diantara masyarakat. Mempengaruhi pihak lain diharapkan tidak dengan memaksakan kehendak yang mengakibatkan timbulnya kekerasan. Perubahan dan pergeseran pandangan nilai sosial budaya itu selalu terjadi, setiap saat karena pengaruh bertujuan untuk perbaikan keadaan berikutnya. Kecemburuan sosial cemburu terhadap lingkungan sekitar tidak perlu terjadi tetapi dengan mengedapankan prinsip hati-hati dan waspada. Dikalangan intelektual tumbuhkan rasa kebersamaan, dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan perbedaan Daftar Pustaka Daldjoeni1997 Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan, Sosial Alumni Bandung Koentjaraningrat 1997 Manusia dan Kebudayaan di Indonesia Jambatan Jakarta Sejarah Kabupaten Madiun 1980 Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun Munandar Soelaeman 1989 Ilmu Sosial Dasar Refika Aditama Bandung Naskah Undang-undang Dasar 1945 dan Amandemen I,II,III,IV Pustaka Agung Harapan Surabaya Soerjono Soekanto 1990 Sosiologi Suatu Pengantar Raja Grafindo Persada Jakarta ... Pergeseran budaya pada masyarakat terjadi setiap saat, hal tersebut sejalan dengan perkembangan zaman dan perubahan yang selalu terjadi. Fenomena perubahan sosial budaya dalam masyarakat akan memicu gejolak, riak kecil dalam masyarakat Wardojo, 2013. Perubahan yang terjadi pada kesenian Cilokaq perlu diperhatikan agar kesenian tersebut tidak hilang dan tetap terjaga. ...Cilokaq is a traditional musical art of Sasak Tribe, which features several verses of songs with instruments such as gongs, drums, flutes, and gambus. The making of Cilokaq musical instrument uses plants that are obtained from nature, and this plant utilization should be well documented in order to assure the preservation of cultural heritage and also the plant resources contained in it. The purpose of this research is to identify the species of plants used in t Cilokaq musical instruments and to explore aspects of plant utilization and other ethnobotanical aspects of Cilokaq on Lombok Island. This research used qualitative and quantitative data collected through observations, interviews, documentation, and literatures study. Index of Cultural Significance ICS value was used to predict the importance value of each species involved in Cilokaq instruments. Informants were determined using snowball sampling technique. As a result, there were eight plants species categorized in 5 families used in making Cilokaq instruments, while there were 6 species belongs to 5 families used as offerings andang-andang. Rotan Calamus sp. had the highest value of ICS 80, while Areca catechu, Gossypium herbaceum, Oryza sativa, Capsicum annuum, and Piper betle had the lowest value 8. Plants such as Ficus fistulosa, Calamus sp., and Schizotachyum blumei are species that begin to be difficult to find so that conservation action are needed in order to preserve the Cilokaq traditional art and plants species involved in Suatu Pengantar Raja Grafindo Persada JakartaSoerjono SoekantoSoerjono Soekanto 1990 Sosiologi Suatu Pengantar Raja Grafindo Persada Jakarta

perilaku kritis adanya pengaruh perubahan sosial budaya